Tag: sastra

  • Sastra

    1–2 minutes

    (Sabtu, 23/03/2019) Pada pertemuan kali ini dibagi menjadi dua sesi, sesi yang pertama dibawakan oleh Kak Berto Tukan (Penulis). Beliau menjelaskan mengenai salah satu bagian dari sastra, yaitu puisi.

    Puisi tidak harus semuanya kata-kata indah, salah satu contohnya yaitu bentuk protes yang digunakan berupa kata-kata yang menunjukkan kemarahan.

    Puisi juga digunakanan sebagai cara untuk merefleksikan hidup kita dan bukan hanya puisi tetapi semua bentuk seni. Selain itu, puisi juga digunakan sebagai alat komunikasi dan terbentuknya ungkapan-ungkapan baru.

    Beliau juga menjelaskan, jika kita mau terjun menjadi seseorang pekerja seni (seniman) maka kita harus menekuni dan masuk ke dunia tersebut. Kita bisa memulai dengan pameran, dll.

    Seni itu memang sesuatu yang ribet tetapi mengasyikkan, contohnya dengan membentuk konser musik akan membuat banyak orang senang dan untuk mencapai tujuan itu sangatlah susah.

    Bayaran dari susahnya mencapai tujuan tersebut sangatlah sederhana. Dengan melihat orang lain senang dengan karya yang kita buat, kita turut merasa senang.

    Setelah sesi materi dan tanya-jawab, para peserta diberikan kesempatan untuk membuat puisi berdasarkan gambar yang kita pilih dan hasilnya dipresentasikan. (To be honest, this is my first time of making poetry. Waktu gue presentasikan hasilnya, Kak Berto said it’s a good poetry 😭).

    Dilajut dengan sesi kedua oleh Kak Jay (Sastrawan Malaysia), beliau membahas mengenai bagaimana sastra di Malaysia dan lebih difokuskan di kota Ipoh.

    Selain itu, beliau juga menjelaskan kepada kita, bahwa seni itu bukanlah sesuatu yang harus dipahami, melainkan sesuatu yang dirasakan.

    Misalnya dengan menonton penampilan musik ataupun seni lainnya, mungkin liriknya tidak terdengar jelas tetapi kita dapat merasakan apa yang disampaikan oleh seniman tersebut.

    Setelahnya, kami membentuk copy-paste poetry (salah satu cara membuat puisi dengan memotong kata-kata dari koran atau sumber lainnya dan secara acak tiap kata disusun dan jadilah puisi).

    Dari pertemuan ini dapat saya simpulkan, bahwa seni itu bukanlah suatu hal yang mudah, dibutuhkan kerja keras dan niat yang tinggi. Lakukan apa yang kamu suka dan tekuni itu.


    Leave a comment

    Stay in Touch!

    Enter your email below to receive updates.