





(Sabtu, 06/04/2019) RURUradio bermula dari RURU Shop Radio pada tahun 2011 yang merupakan salah satu divisi dari Ruang Rupa, Art Lab., Jakarta 32, OK Video, dan RURU Shop. RURU Shop ini tutup setiap jam 9 malam, tapi teman-teman sekitaran Ruang Rupa tiap malam menggunakan RURU Shop sebagai ruangan untuk bekerja, nongkrong, atau diskusi, dan sebagainya. Sampai suatu saat bergagas untuk membuat siaran radio, dimana saat itu radio streaming (online) belum terlalu dikenal masyarakat.
Awalnya, RURUradio mencoba di salah satu platform radio online yang gratis dan berhasil mengudara. Tetapi, karena gratis jumlah pendengarnya juga terbatas, sekitar 15 orang. Setelahnya, mereka bergerak untuk mencari equipment, mixer, microphone, komputer, dan lain-lain. Dalam waktu yang cukup singkat, semuanya terkumpul dan untuk pertama kalinya Rururadio pun mengudara menggunakan microphone.
Karena RURUradio bermula dari RURU Shop, maka dulu namanya adalah RURU Shop Radio. Saat itu, RURUradio hanyalah untuk mengisi waktu luang saja dan penyiarnya serta jadwalnya pun masih random. Ricky Malau, pemeran Bang Badar dalam sinetron TUKANG BUBUR NAIK HAJI The Series merupakan salah satu pionir penyiar di RURU Shop Radio.
Pada tahun 2012, mulailah terbentuk konten-konten untuk dibahas dalam RURU Shop Radio. Tetapi, tidak berjalan stabil. Karena orang-orang yang terlibat masih punya kesibukan masing-masing, ada anak band, siaran beneran di radio konvensional, seniman, penulis, dan latar belakang lainnya. Akibatnya, grafiknya pun naik-turun (tidak stabil).
Pada tahun 2015, RURU Shop Radio melakukan rebranding menjadi RURUradio. Arie Apriludy atau dikenal dengan nama Arie Dagienkz yang merupakan salah satu penyiar senior Indonesia, turut bergabung dalam RURUradio.
Sampai di tahun 2018, RURUradio lebih mengutamakan berbincang dalam bentuk obrolan yang kadang serius, lucu, dan tidak lucu lalu dilanjutkan dengan 2-3 musik. Ternyata itulah yang menarik pada pendengar dan berjalan sampai sekarang. Dalam setiap konteks siaran, RURUradio mulai mencari penyiar yang tahu akan konten yang akan dibahas, misalnya membahas seni rupa kontemporer maka penyiarnya pun adalah orang yang paham akan situasi seni rupa kontemporer di Indonesia ataupun dunia. Pembahasan di RURUradio dilakukan secara spontan alias tanpa script dan inilah salah satu aspek yang membuat RURUradio berbeda.

Setelahnya, peserta diajak touring ke ruangan RURUradio dan mengenalkan alat-alatnya. Kami mendapatkan kesempatan untuk melakukan siaran radio di RURUradio, membahas projek-projek para peserta untuk final (pameran) sampai ke pembahasan random.
Stay in Touch!
Enter your email below to receive updates.
Leave a comment